Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Juni 2013
Mengapa Dilarang Menyalakan Ponsel di Pesawat?
Ponsel yang terkoneksi BTS, meski tidak digunakan berkomunikasi, tetap aktif mencari sinyal.
Berita nasional dua hari ini berisi tentang kecaman yang diterima Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Zakaria Umar Hadi yang dikenakan Pasal 351 KUHP setelah memukul pramugari salah satu penerbangan nasional.
Tersebab? Zakaria kesal karena ditegur Nur Febrianti --nama si pramugari-- untuk mematikan ponselnya saat pesawat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar satu jam sebelumnya. Seharusnya Zakaria berterima kasih bahwa Nur Febrianti melakukan tindak pencegahan kecelakaan yang menyelamatkan nyawa pejabat ini dan seluruh penumpang lainnya.
Rabu, 22 Mei 2013
Pelajaran Gunung Padang dan Etika Penelitian
Demi ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya, Gunung Padang wajib diselamatkan dari perusakan—juga kecamuk penelitian tak bertanggung jawab.Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini merupakan tinggalan kebudayaan megalitik. Berbentuk punden berundak, berteras lima. Lutfi Yondri, ahli arkeologi Balar Bandung, mengungkapkan ada sepuluh pola susun balok-balok batu situs ini (Mahandis Y. Thamrin/NGI).
“Ancaman paling besar sekarang adalah ancaman manusia,” ungkap Mundardjito Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia ketika berpendapat tentang nasib situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.
Dalam satu minggu diperkirakan sebanyak 16.000 orang merayapi bebatuan situs megalitik itu. Mereka menginjak-injak batu, ada pula yang mengangkat batu karena mitos tertentu, batu dipukul-pukul, atau dipakai keset. “Aduh! Kita tidak menghargai karya nenek moyang kita yang begitu hebat,” ujarnya. “Saya lemas!”.
Selasa, 21 Mei 2013
Mengulik Fakta Sejati Gunung Padang
Suatu pembahasan rasional yang meluruskan karut-marutnya wacana masyarakat soal situs megalitik termegah di Indonesia.Situs megalitik Gunung Padang di Kabupaten Cianjur Jawa Barat yang kian populer karena menjadi wacana piramida tertua di dunia. Namun, Pusat Arkeologi Nasional telah menyatakan bahwa—sayangnya— tak ada piramida dan budaya atlantis di Nusantara (Mahandis Y. Thamrin/NGI)
Lutfi Yondri, arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, memaparkan hasil penelitiannya di situs Gunung Padang dalam Diskusi Ilmiah “Rasionalitas Gunung Padang dan Piramida Atlantis” pada 26 April 2013 lalu. Diskusi ini diselenggarakan di kantor Pusat Arkeologi Nasional, Pejaten, Jakarta, dan dihadiri arkeolog dan geolog senior.
Dia dan timnya melakukan penelitian di situs megalitikum itu pada November 2012. “Kita melakukan penelitian, mencoba mendudukkan kembali Gunung Padang baik dari sisi penelitian maupun pelestarian yang selama ini berjalan parsial,” ujar Lutfi membuka pemaparannya.
Selasa, 02 April 2013
Kura-Kura Moncong Babi, si Spesies Langka dari Papua
Di Papua dan Papua Nugini, kura-kura moncong babi diketahui hidup di beberapa sungai besar di bagian selatan.
Kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta)
Kelestarian spesies langka, kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta), untuk sementara terselamatkan. Berkat penggagalan penyelundupan 687 kura-kura moncong babi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Senin (1/4) lalu.
Diduga, spesies yang berasal dari Papua ini akan diselundupkan ke luar negeri. Usaha ilegal ini terkuak setelah paket yang membungkus kura-kura ini pecah.
Sabtu, 08 Desember 2012
Tugu Yogyakarta
Bila datang ke Yogyakarta, dan kebetulan Anda bingung menentukan arah mau ke mana, ada satu patokan yang pasti dikenal oleh seluruh Wong Yogya. Itulah Tugu. Sebuah bangunan monumen sejarah yang terletak di perempatan bertemunya Jalan P Mangkubumi di sisi selatan, Jalan AM Sangaji di sisi utara, Jalan Jenderal Sudirman di sebelah timur, dan Jalan P Diponegoro di sebelah barat. Tugu setinggi 15 meter itu diresmikan pada 3 Oktober 1889 atau 7 Sapar 1819 Tahun Jawa.Dari Tugu itu pula, maka pendatang dari luar Yogya seolah bisa ”menggenggam” seluruh kawasan kota ini. Tinggal mau ke mana? Semua bisa ditempuh dalam hitungan menit. Yogya kota kecil, Tugu bisa menjadi poros segala arah. Jika kemudian bingung di dalam kota Yogya, silakan kembali ke Tugu. Dijamin Anda tidak bingung lagi!
Minggu, 22 Juli 2012
Sulit Ganti Peranan Nasi di Indonesia
Semakin tingginya permintaan beras di pasar domestik, adalah kesulitan yang dihadapi di tengah program diversifikasi pangan pemerintah. Kementerian Pertanian Indonesia akan mengarahkan program diversifikasi pangan untuk meningkatkan konsumsi protein, baik protein nabati maupun hewani, yang di kalangan masyarakat saat ini dinilai masih rendah.Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Sabtu (21/7) lalu, mengutarakan bahwa diversifikasi pangan tak hanya sekadar mengganti beras dengan komoditas sumber karbohidrat lain nonberas.
"Saya yakin dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, kemampuan untuk juga mengonsumsi berbagai pangan sumber protein, seperti daging dan telur, meningkat," katanya.
Suswono mengakui, untuk mengubah karbohidrat dari beras ke nonberas tidaklah mudah, apalagi hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sudah mengonsumsi beras. Bahkan, malah ada wilayah yang dulunya mengonsumsi makanan pokok nonberas, tetapi kini lebih memilih beras untuk mendapatkan sumber karbohidrat.




