Selasa, 10 April 2012

Orang Pinter vs Orang Bodoh

1. Orang bodoh susah dapet kerja, akhirnya ia membuka usaha. Agar bisnisnya berhasil, tentulah ia harus merekrut orang pintar. Walhasil, bos nya orang pintar adalah orang bodoh,
2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan. Maka orang bodoh merekrut orang pintar yang jarang melakukan kesalahan untuk memperbaiki kesalahannya. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah agar mudah mencari kerja. Orang bodoh berpikir bagaimana mendapatkan uang secepatnya untuk membayari proposal yang diajukan oleh orang pintar.
4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks saat akan pidato. Maka disuruhlah orang pintar untuk membuat teks pidato tersebut.

5. Orang bodoh kayanya kesusahan untuk lulus dari Sekolah Hukum. Oleh karena itu, orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
6. Orang bodoh biasanya cumin jago cuap-cuap jual omongan. Tapi orang pintar percaya. Dan selanjutnya orang pintar menyesal karena telah memercayai orang bodoh. Tapi kan saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu. Sementara orang pintar berpikir panjang-panjang untuk memutuskan sesuatu. Walhasil orang pintar menjadi stafnya orang bodoh.
8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kerugian. Dia mem-PHK orang pintar yang bekerja. Tapi, orang-orang yang pintar itu demo. Walhasil orang pintar ”meratap-ratap” kepada orang bodoh agar diberi pekerjaan
9. Tapi, saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan mengabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati riang gembira. Sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
10. Mata orang bodoh selalu mencari sesuatu yang bisa dijadikan uang. Sementara mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan pekerjaan.

Pertanyaan:
1. Mending jadi orang pinter apa orang bodoh?
2. Pinteran mana, orang pinter apa orang bodoh?
3. Mulia mana, orang pinter apa orang bodoh?
4. Susah mana, jadi orang pinter atau jadi orang bodoh?

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar